Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Alhamdulillah, Sama Allah SWT Saya Diberikan Selalu Kesempatan, Kepasrahan dan Kenikmatan Untuk Tetap Bersyukur

Tjut Sjahnaz  Zahirsjah, SH., MH suskes meniti karir, menerabas jalan bidang profesi hukum yang pongah. Sarat intrik dan trik. Penuh kamuflase dan lobby. Persaingan yang kejam di tengah sorotan tajam penegakkan keadilan. Image praktek hukum yang masih jauh dari ideal. Tapi Tjut Sjahnaz Zahirsjah tetap kokoh pada jalannya  dengan sosoknya sendiri  dari kaumnya. Ia adalah segelintir Kartini Jaman Now yang hadir pada masa transisi yang masih sarat resiko besar; oleh image public, kungkungan adat, budaya serta tradisi.

Ia tetap memilih menjadi perempuan kaya arti, walau godaan untuk bisa bermanja-manja ada di hadapan mata, dengan segala perhatian dan kompensasi. Oleh keluarga, suami, dan anak-anak.

Sosok yang mewakili wanita Indonesia sebagai “Kartini Jaman Now” yang berkarier di dunia hukum yang sukses dibidangnya. Berikut petikan wawancara FAKTAREVIEW.COM dengan Hj. Tjut Sjahnaz Zahirsjah, S.H., M.H. sebagai berikut:

Sebagai wanita yang berkarier di dunia hukum, bagaimana Anda memaknai hari Kartini 2021 yang lalu?

Saya memaknai hari Kartini ini dengan ucapan bersyukur kepada Allah SWT, karena telah diberikan sosok seorang wanita RA Kartini, yang memperjuangkan perempuan Indonesia. Dengan adanya sosok Kartini yang memperjuangkan perempuan mungkin tidak ada wanita seperti saat ini di Indonesia  yang bisa sekolah.Seperti halnya saya walaupun S1 normal umurnya,tetapi ketika S2 waktu saya bekerja tahun  2000 di bank Nusa sebagai vice president, kemudian bank Nusa BTO ke bank Danamon, saya memilih keluar dari dunia perbankan dan meneruskan sekolah S2 kalau bukan karena ibu RA. Kartini,  dengan jasa beliaulah mana mungkin diumur saya yang sudah 50 tahun sayabisa sekolah lagi, padahal anak-anak sayasudah beranjak dewasa. Dan ketika saya minta izin suami saya, untuk ambil S2, jawabnya boleh saja asal bisa bagi waktu, karena sekolah tersebut saya akan pulang malam, disamping Sabtu dan Minggu dihabiskan untuk membuat berbagai macam tugas. Kalau bukan karena jasa RA Kartini mana mungkin wanita di 50 tahunan ke atas bisa sekolah dan kumpul satu kelas dengan anak-anak yang baru lulus S1.

Bagaimana Anda melihat kesadaran / mindset untuk kesetaraan gender di Indonesia saat ini?
Kebetulan saya ke beberapa  daerah, ketika pernah jadi caleg untuk Tasikmalaya dan Garut beberapa tahun lalu,  yg saya lihat dan perhatikan di pedalaman desa-desa belum ada kesetaraan antara pria dan wanita artinya wanita masih dilihat, ah Maneh mah cicing wae di imah, masih di anggap diam saja di rumah aja, ngurus rumah, anak, masak, mereka taunya itu aja.

Kedua, para team success saya itu mau maju ikut saya, di kancah kepolitikan, namun terhambat karena kendala suami atau ayahnya yg mempunyai sikap “ Udah lah kamu ga ush ikut-ikutan, itu urusan laki-laki, ngapain perempuan pulang malam ga bagus, ngapain ikut-ikutan  pergi sama si caleg Hj. Sahnaz,, saya disitu namanya Hj. Sahnaz,,,,

Jadi menurut saya ketika 13 tahun  yang lalu kesetaraan gender  itu masih belum, tetapi kemarin ketika saya ikut memberikan pencerahan mengenai hak kekayaan intelektual ( HKI) saya memberikan pencerahan di Yogya, itu kurang lebih  5 (dua) tahun yang lalu. Saya melihat banyak para UKM yg terdiri dari wanita, mereka banyak bertanya dan ingin maju, ingin mengetahui perlindungan hukum tidak saja terhadap usahanya tapi juga terhadap produk-produknya.

Apakah perlakuan yang sama untuk pria dan wanita sudah merata, atau masih ada ketimpangan?
Yang saya tau ketimpangan seperti dalam kasus perceraian yang saya tangani beberapa waktu lalu. Ketimpangannya yang saya lihat bahwa dalam 5 perceraian yang saya tangani itu,  3 adalah orang-orang yang suaminya tidak bekerja dan yang mencari nafkah adalah istrinya. Dimana perempuan tersebut mempunyai kedudukan tinggi atau posisi tinggi justru suaminya malah tidak bekerja,,, Iabel kerja serabutan, terus juga teman-teman dekat saya waktu curhatan, dimana dia yang nabung, beli apartemen adalah istrinya, sedangkan lakinya di rumah ngurus anak seperti dalam film “ stay at Home Dad “

Apa saja semangat Kartini yang masih bisa diterapkan untuk masa kini yang bisa dicontoh oleh para Kartini  zaman now?
Yang bisa saya katakan semangat ibu-ibu zaman now, saya lihat ibu-ibu seumuran saya sudah menikmati usia, setelah pensiun di perusahaan atau jadi lawyer dan notaris sekalipun,,, itu sudah selesai wah udah capek, mau nikmati hidup main sama cucu, saya lihat mereka bimbang makanya bermain sama cucu. Tapi saya lihat perubahan mereka mungkin masih seneng, 2 tahun, 3 tahun begitu cucu sudah gede,, dia mau ngapain, ulang lagi tuh siklus manusia, akhirnya di tinggal lagi kan, si cucu ga butuh dia lagi, anak ga butuh kita lagi, sudah sibuk dengan dunianya sendiri, Kalau kita perhatikan kehidupan Kartini,, dia tidak tinggalkan Family (keluarga), dia tetap mengabdi, tapi dia tetap semangat hidupkan untuk dirinya supaya dia tidak merasa tidak berguna atau tua, dia tetap berkarya. Artinya berkarya tidak meninggalkan suami, anak,dan orang tua.

Anda sendiri memiliki kesibukan sebagai lawyer, bagaimana Anda membagi waktu antara karier dengan keluarga?

itu dia,,, anak-anak sudah sekolah selesai semua dan favorit, kalo saya liat dari perjalanan hidup saya, sama Allah saya di beri kesempatan dan kepasrahan,,,, kenikmatan untuk tetap bersyukur,,,, saya bersyukur punya suami, anak-anak dan orang tua yang selalu mendukung.

Begitu juga dengan mertua, beliau tidak intervensi mengenai cara saya mendidik anak-anak saya, Alhamdulillah beliau selalu mendukung.

Karena setiap pekerjaan yang saya jalankan selalu saya lakukan dengan hati yang tulus dan apa adanya.

Yang terpenting saat suami pulang dari kantor sudah tersedia makanan,,, dan anak-anak juga ada saaatnya me time bersama saya. Saya juga berusaha agar jam 20.00  teng, saya harus sudah berada di rumah begitu suami datang. Karena suami kan ga tau kalau kegiatan saya dari pagi sampai siang di kantor.

Saya menempatkan suami diporsinya dia, sebagai seorang kepala keluarga dan saya sebagai ibu rumah tangga. Yang mengajarkan saya tentang etika, sopan, dan di keluarga tidak pernah ada perbedaan adalah ibu saya yang selalu menjadi tauladan buat saya.

Dari mau makan tunggu bapak, itulah ibu saya. Zaman dulu kalau kita bicara sama ibu, kan jawabnya “Terserah bapak kamu lah,” tapi kalau ibu saya ga,,,, pasti kalau ada masalah, langsung ibu saya mengatakan” menurut ibu…. begini begini….. TOP deh, jadi kita liburan tergantung ibu… sampai sekarang papa saya sudah berusia 91 tahun dan mama 87 tahun masih sehat dan pintar, sampai sakarang papa saya menjadi managing patner dr Ali Budiarjo,, dulu beliau duta besar dan sebelumnya Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Saya beryukur berangkat dari keluarga yang sudah mapan, harmonis, sukses, beda dengan mertua,,, jawabnya “ ya terserah anak-anak, atau tanya bapak.. Alhamdulillah, usia pernikahan saya sudah 37 tahun bersama suami,  anak-anak sudah sekolah selesai semua. Kalau saya liat dari perjalanan hidup saya, Alhamdulillah, sama Allah SWT saya  diberikan selalu kesempatan, kepasrahan dan kenikmatan untuk tetap bersyukur,,,, dan saya bersyukur memiliki suami yang mendukung dan orang tua secara materi innmateri terusan, suamipun demikian. Mau jalan apapun, saya ga usah takut.

Peran sebagai wanita yang perlu di contoh dari seorang Kartini menurut Anda seperti apa?

Kita sebagai perempuan tidak boleh melupakan  kondrat kita sebagai perempuan, dimana kondrat kita sebagai perempuan mengurus suami, anak-anak, orang tua, dan juga tidak lupa menyiapkan urusan  makanannya. Walaupun setinggi-tingginya  karier kita, tetap kita sebagai perempuan jangan melupakan urusan seperti tersebut diatas. Karena kebetulan kita berada di masyarakat fathiarhart

Apa kiat sukses Anda dalam berkarier?

Kalo dibilang kerja keras, tetap harus ingat sama Allah harus  selalu ingat…. mau makan ingat Allah ga boleh kebanyakan. Jalan malam, kalau keluar kota pengennya ga ada yang ngelarang, bisa aja masuk kan, saya ingat pantas ga sih seumur saya di bar joged-joged,,,jadi berkaca dirilah. Mengontrol diri,, ajaran Islam itu mengajarkan agar bisa mengontrol diri, emosi..  self kontrol lah.

Cara seperti apa menurut Anda dalam memajukan kaum wanita Indonesia?

Adanya keterlibatan dari pemerintahan dan organisasi-organisasi  perempuan yang konsen terhadap kemajuan kaum perempuan. Seperti halnya sudah banyak organisasi-organisasi perempuan yang memberikan bimbingan keterampilan seperti halnya membaca neraca, membuat pakaging dan juga keterampilan lain sehingga  perempuan-perempuan tersebut memiliki kemampuan.

Tetapi dari sekian banyak organisasi perempuan, saya belum melihat ada organisasi perempuan yang memberikan ruang kepada mereka dalam peningkatan kepribadian.

Itulah yang saya tawarkan kepada beberapa BUMN yang memiliki binaan-binaan UKM terhadap perempuan. Dan saya tidak sendirian dibelakang saya ada teman-teman dari Persatuan Sarjana Hukum Indonesia (PERSAHI).

Saya sendiri sudah terjun di UKM untuk membatu membina perempuan di Jogyakarta beberapa waktu lalu, saya memberikan pencerahan tentang peningkatan kepribadian perempuan di Jogyakarta.

Saya memiliki konsep dalam meningkatkan kualitas peranan perempuan dari aspek hukum dan aspek kepripadian. Dalam hal peningkatan kepribadian, dan konsep tersebut, kebetulan  saya berikan amanah menjadi Ketua Umum Persatuan Sarjana Hukum Indonesia (PERSAHI),  dimana saat ini saya sebagai Ketua PERSAHI Jakarta Selatan.

Secara pribadi, adakah hal-hal menarik pada peringatan Hari Kartini beberapa waktu lalu?

Kedengarannya simple dan beberapa  tahun jalan, saya fikir yang harus ditingkatkan adalah anak kecil harus berpakaian nasional Indonesia, lari pagipun menggunakan busana nusantara, itu menarik karena  ga semata-mata di pakai, tetapi lama-lama kita akan mencintai negara Indonesia dari A sampai  Z.

 

SJAHNAZ – NOERDIN & CO

Hj. Tjut Sjahnaz Zahirsjah, S.H., M.H.

Bona Indah Business Center Unit 8S

Jl. Karang Tengah Raya Blok B – 1

Jakarta 12440

Telp. (021) 7590 – 4398

E-mail : sncolawjkt@snco-law.com

Website : www.snco-law.com

Spesialisasi Intellectual Property Rights, Corporate Matters, Litigation, Aviation, Telecommunication, Contruction, and Banking

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Keajaiban Topan  Al-Aqsa

Keajaiban Topan  Al-Aqsa Disadur oleh : Ust. Fathuddin Ja’far   Untuk pertama kalinya, pasukan Zionis…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung