Ini kakek saya Alm. Peltu (Purn.) H.R. Soekotjo, ayahanda Pak SBY. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan.
Eyang Soekotjo lahir dari keturunan Pondok Pesantren Gontor, mengenyam pendidikan di Taman Siswa dan juga pernah belajar sebagai santri saat remaja namun tidak tamat karena harus memenuhi panggilan ibu pertiwi untuk masuk angkatan perang melawan penjajah.
Bertugas di Pacitan, beliau menjabat sebagai anggota TNI berpangkat pembantu letnan satu dengan jabatan Komandan Komando Rayon Militer (Danramil).
Masyarakat Pacitan mengenalnya sebagai prajurit yang teguh pendirian, cerdas serta selalu tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Pimpinannya memberikan kepercayaan menjabat danramil sampai empat kali, hingga pensiun pada tahun 1971.
Dalam dinas ketentaraan, beliau menerima sejumlah penghargaan dan tanda jasa, antara lain medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia; Sl. Peristiwa Aksi Militer Satu, dan Dua; Sl. Veteran Pejuang Kemerdekaan RI; Sl medali Pejuang Angkatan 1945; Sl Operasi Gerakan Militer Satu; Sl Kesetiaan Delapan Tahun.
Selain berkarier di dunia militer, beliau juga pernah menjadi Kepala Kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ketua Dewan Masjid Indonesia, maupun Ketua Paguyuban Haji di Pacitan. Seumur hidupnya, Eyang Soekotjo mengabdikan diri untuk kemerdekaan ibu pertiwi serta kebaikan masyarakat luas.
Beliau adalah satu dari sekian banyak veteran Indonesia yang memberikan segalanya untuk kemerdekaan negeri. Nama Pak Soekotjo dan para veteran ini mungkin jarang terdengar, tapi keringat, air mata dan darah mereka lah yang mengantar kita sampai pada saat ini.
Beliau adalah pahlawan bagi saya, seorang kakek yang perjalanan hidupnya menjadi pelajaran berharga bagi diri sendiri dan anak cucu. Pada beliau pulalah, saya berkaca tentang pengabdian tanpa batas pada bangsa dan negara.
Selamat Hari Pahlawan!
Sumber; AHY