Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Dahsyatnya Istighfar di Bulan Ramadhan

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh…

Sahabatku…

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

 

Dahsyatnya Istighfar di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalan bulan maghfirah, bulan bertebarnya ampunan dan kasih sayang Allah. Sehingga siapa saja yang memohon ampun dan memperbanyak istighfar di bulan ini, maka ia akan mendapat keberuntungan.

Hakikat istighfar adalah bertobat dari segala dosa-dosa dan kesalahan. Tobat yang diperintahkan Allah adalah tobat nasuha (semurni-murninya tobat) seperti disebut dalam Al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS At-Tahrim)

Allah menyukai orang-orang yang bertobat. Imam Nawawi al-Bantani dalam Kitab Nashaih al-Ibad, menuliskan sebuah hadis riwayat Abu Abbas. “Allah lebih senang pada tobatnya seorang hamba yang bertobat melebihi senangnya orang haus yang menemukan air, atau orang mandul yang memiliki anak, atau senangnya orang yang kehilangan barang lalu menemukannya. Maka, barang siapa yang bertobat kepada Allah dengan tobat Nasuha, Allah akan membuat lupa para Malaikat yang menjaganya, anggota tubuhnya, serta bumi yang dipijaknya atas dosa dan kesalahan yang telah dia lakukan.”

Dahsyatnya Istighfar

Dalam Kitab Lato’iuful Ma’arif disebutkan, puasa adalah perisai dari api neraka selama orang tersebut tidak merobeknya, dan perkataan yang kotor adalah salah satu yang dapat merobek perisai itu. Dan istighfar dapat menambal sobekan tersebut.

Maka puasa kita ini butuh pada istighfar dan amal sholeh yang banyak. Berapa kali kita merobek puasa kita dengan perkataan kotor kemudian kita menambalnya dengan istighfar, namun robekan tersebut sangat lebar sehingga tidak bisa ditambal lagi.

Berapa kali kita menjahit sobekan yang terdapat pada perisai tersebut dengan amal ibadah, namun pada akhirnya kita tetap merobeknya dengan pekerjaan maksiat.

Diriwayatkan bahwa sebagian salafus sholeh ketika selesai dari sholatnya, mereka membaca istighfar atas kelalaiannya dalam sholat tadi, sebagaimana seorang pendosa memohon ampun atas dosanya. Jika ini adalah contoh keadaan orang-orang sholeh dalam ibadah mereka, lalu bagaimana keadaan pendosa seperti kita ini dibandingkan kebiasaan mereka?

Karena itu, mari hidupkan istighfar, perbanyak bertobat di bulan Ramadhan sehingga Allah menyayangi kita dengan pandangan rahmat-Nya.

 

Rusman H Siregar

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5564

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung