faktareview.com https://faktareview.com Mengulas Fakta Dibalik Berita Wed, 19 Jun 2024 15:02:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.4.4 https://faktareview.com/wp-content/uploads/2023/12/logo-faktareview-color.png faktareview.com https://faktareview.com 32 32 Keajaiban Topan Al-Aqsa https://faktareview.com/keajaiban-topan-al-aqsa/ https://faktareview.com/keajaiban-topan-al-aqsa/#respond Wed, 19 Jun 2024 15:02:35 +0000 https://faktareview.com/?p=12669 Keajaiban Topan  Al-Aqsa

Disadur oleh : Ust. Fathuddin Ja’far

 

  1. Untuk pertama kalinya, pasukan Zionis Israel tewas lebih dari 2.500.
  2. Untuk pertama kalinya, lebih dari 250 orang Zionis Israel ditawan, termasuk para petinggi militer.
  3. Untuk pertama kalinya, setengah juta pemukim (perampok tanah Palestina) Zionis Israel terpaksa mengungsi.
  4. Untuk pertama kalinya, harta karun berupa informasi Mossad berhasil diperoleh Mujahidin Palestina.
  5. Untuk pertama kalinya, kami (Mujahidin) menyerang mereka sebelum mereka menyerang kami.
  6. Musnah sudah isu tentara Zionis Israel yang tak terkalahkan untuk selamanya.
  7. Meruntuhkan peradaban Barat yang katanya selama ini melindungi hak asasi manusia.
  8. Membatalkan rencana normalisasi hubungan negara-negara Arab dan apa yang disebut  Ibrahamisme (agama Yahudi, Kristen dan Islam sama-sama agama langit).
  9. Menghapuskan rencana Zionis Israel dan Arab yang dikenal sebagai (Transaksi Abad) ini untuk menggusur masyarakat Gaza dari tanah mereka.
  10. Membatalkan gagasan tentang tanah air Zionis Israel di Palestina dan menunjukkan rapuhnya hubungan internal mereka.
  11. Meruntuhkan kesatuan internal musuh dan menimbulkan perselisihan besar di antara mereka.
  12. Menggulung sistem media Zionis Israel yang selama ini bercokol.
  13. Mengembalikan isu Palestina ke posisi penting dan asalnya di Palestina.
  14. Menghidupkan kembali semangat dan ruh jihad di seluruh negeri Muslim.
  15. Tercapainya kesatuan emosional di antara seluruh umat Islam.
  16. Membuktikan kemanusiaan dalam perlakuan Mujahidin terhadap tawanan.
  17. Mengembalikan harapan  pembebasan para tahanan masyarakat Palestina di penjara-penjara Zionis Israel.
  18. Memulihkan harapan bagi diaspora Palestina dalam waktu dekat untuk kembali ke negeri mereka.
  19. Memulihkan harapan bagi masyarakat Arab yang perhatian terhadap masalah Palestina.
  20. Menghidupkan kembali keyakinan terhadap janji Allah tentang kehancuran Zionis Israel di Palestina dan pembebasan Al-Aqsa.

✍ Mata uang Zionis Israel turun 3%

✍ Pasar saham kehilangan 11%, artinya 40 miliar dolar

✍ Wajib militer seluruh penduduk berarti lumpuhnya sistem pertahanan dan perekonomian

✍ Nol pariwisata

✍ Nol investasi

✍ Pabrik telah berhenti total, artinya tidak ada produksi atau ekspor

✍ Sekolah, kantor dan tempat usaha tutup

✍ Kerugian militer mereka per hari adalah $250 juta

✍ Lebih dari 4.000 tentara dan perwira

cadangan menolak menjadi sukarelawan dan mengatakan tidak mungkin kami berperang di negara yang bukan milik kami

✍ 400 pilot menolak melakukan penerbangan

✍ Lebih dari 500 ribu orang meninggalkan rumah

✍ Orang-orang mereka sekarang sangat tidak puas dengan pemerintahan mereka

✍ Tel-Aviv telah menjadi kota teror

✍ Kutukan dekade kedelapan menimpa mereka (seperti yang mereka yakini

✍ Orang-orang di dunia mengetahui kebenaran masalah Palestina

✍ Masyarakat dunia kini melihat keimanan Muslim dan keimanan orang Palestina

✍ Banyak orang di Barat mulai mencari Islam dan membaca Al-Qur’an

✍ Banyak masyarakat Barat kini berbondong-bondong masuk agama Allah

✍❤ Inilah Islam❤

Jika mereka memeranginya, dia (Islam) menjadi lebih kuat

Dan jika dibiarkan, maka Islam akan meluas

Dan Allah tidak butuh pada orang-orang yang murtad

Dan siksanya terhadap orang-orang yang zalim tidak akan terhalangi

Meski musuh sudah bersiap

Tidak ada yang bisa mengalahkan Allah

Perbarui iman, perbarui

Dan rapatkan barisan dan arahkan ke tujuan yang benar

Sebarkan dan bahagiakan umat Islam dengan info ini..

 

]]>
https://faktareview.com/keajaiban-topan-al-aqsa/feed/ 0
Daftar 23 Pemain Indonesia di ASEAN Boys Championship U-16 2024 https://faktareview.com/daftar-23-pemain-indonesia-di-asean-boys-championship-u-16-2024/ https://faktareview.com/daftar-23-pemain-indonesia-di-asean-boys-championship-u-16-2024/#respond Wed, 19 Jun 2024 14:43:12 +0000 https://faktareview.com/?p=12666 Pelatih tim U-16 Indonesia, Nova Arianto resmi memilih 23 pemain untuk mengikuti ASEAN Boys Championship U-16 2024.

Turnamen usia muda Asia Tenggara tersebut akan digelar di Solo dari tanggal 21 Juni hingga 4 Juli mendatang.

PSSI menyiapkan dua venue yakni Stadion Manahan, Solo dan Stadion Sriwedari, Solo untuk turnamen ini.

Pada ajang ASEAN Boys Championship U-16 2024, Indonesia berada di grup A dengan Laos, Filipina, dan Singapura.

Indonesia akan menjalani laga pembuka pada Jumat (21/3) di Stadion Manahan, Solo.

*Daftar 23 nama pemain Indonesia di ASEAN Boys Championship U-16 2024:

  1. Dafa Al Gasemi – ASAD (LTS)
    2. Rendy Razzaqu – Nusantara Youth
    3. Mhd Nur Ichsan – ASIANA
    4. Ida Bagus Putu Cahya – Bali United
    5. I Putu Panji – Bali United
    6. Andi Faith – Dewa United
    7. Raihan Apriansyah – Dewa United
    8. Mathew Baker – Melbourne City
    9. Azizu Milanesta – Dewa United
    10. Fabio Azkairawan – Persija
    11. Dafa Zaidan – Persis Solo
    12. Muhamad Al Gazani – FIFA Farmel
    13. Evandra Florasta – Bhayangkara
    14. Tristan Raissa – Dewa United
    15. Nazriel Alfaro – Akademi Persib Cimahi
    16. Lucas Raphael – De Anza Force
    17. Fandi Ahmad – Persija
    18. Muhamad Zahaby – Persija
    19. Daniel Alfredo – Dewa United
    20. Yohanes Dimas – Akademi Persib Cimahi
    21. Josh Holong – FIFA Farmel
    22. Fadly Alberto – Bhayangkara U-15
    23. Muhammad Mierza – EPA Dewa United
]]>
https://faktareview.com/daftar-23-pemain-indonesia-di-asean-boys-championship-u-16-2024/feed/ 0
Tim U-16 Indonesia Shalat Idul Adha dan Sumbang Hewan Kurban di Solo https://faktareview.com/tim-u-16-indonesia-shalat-idul-adha-dan-sumbang-hewan-kurban-di-solo/ https://faktareview.com/tim-u-16-indonesia-shalat-idul-adha-dan-sumbang-hewan-kurban-di-solo/#respond Wed, 19 Jun 2024 14:37:35 +0000 https://faktareview.com/?p=12663 PSSI melalui tim U-16 Indonesia memberikan satu hewan kurban sapi pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Senin (17/6) di Solo.

Penggawa Garuda Muda yang didampingi oleh anggota Komite Eksekutif PSSI Muhammad, manajer tim U-16 Ahmed Zaki Iskandar, dan Deputi Sekjen Dessy Arfianto menyerahkan hewan kurban tersebut kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka seusai shalat Idul Adha di Halaman Balai Kota Solo.

Pada kesempatan ini, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan kurban yang diberikan dari PSSI kepada Pemkot Solo berupa satu ekor sapi. Apalagi Garuda Muda sudah berada di Solo hampir dua pekan untuk mengikuti Piala AFF U-16 2024.

“Alhamdulillah, kami dari tim U-16 Indonesia pada hari raya Idul Adha ini dapat memberikan hewan kurban yang diterima langsung oleh pak Walikota Solo (Gibran Rakabuming Raka). Kami juga mohon doa restu karena akan bermain di Piala AFF U-16 2024 yang dimulai tanggal 21 Juni nanti,” kata Ahmed Zaki.

Sementara itu, Gibran Rakabuming mengucapkan terima kasih atas kurban yang diberikan tim U-16 Indonesia.

“Terima kasih sekali tim U-16 Indonesia hari ini bergabung untuk shalat Idul Adha serta berkurban satu sapi di sini, luar biasa sekali,” kata Gibran.

Gibran mengatakan Pemkot Solo dan masyarakat Kota Solo selalu mendukung Indonesia di Piala AFF U-16 yang digelar tanggal 21 Juni hingga 3 Juli mendatang. Ia berharap di laga perdana bisa meraih skor dengan baik.

“Kami dari Pemkot Solo, masyarakat kota Solo mendukung penuh timnas, yang nanti diawali hari Jumat pertandingan dengan Singapura. Semoga pertandingan berjalan dengan baik, lancar, aman dan Indonesia bisa meraih kemenangan skor yang maksimal,” kata Gibran.

Pada ajang Piala AFF U-16 2024, Indonesia masuk grup A dengan Laos, Filipina, dan Singapura.

 

Sumber: PSSI

]]>
https://faktareview.com/tim-u-16-indonesia-shalat-idul-adha-dan-sumbang-hewan-kurban-di-solo/feed/ 0
Energi itu Menular…. https://faktareview.com/energi-itu-menular/ https://faktareview.com/energi-itu-menular/#respond Wed, 19 Jun 2024 14:29:18 +0000 https://faktareview.com/?p=12660 Dirimu adalah hasil dari lingkunganmu.

Karena lingkunganmu membentuk cara berpikirmu, kebiasaanmu, keputusanmu.

Jika lingkunganmu baik, maka dirimu baik.

Jika lingkunganmu buruk, maka dirimu buruk.

Lingkungan yang sama maka hasilnya akan sama.

Jika ingin hasil yang berbeda? Ganti perkawananmu, ganti jaringanmu, ganti lingkunganmu.

Orang orang baik, hanya berasal dari pertemanan dan lingkungan yang baik.

Jika pertemanan dan lingkunganmu, tidak bisa menginspirasimu, sebenarnya itu bukan pertemanan tapi “penjara”.

Siapa temanmu dan lingkunganmu sangat menentukan sekali masa depanmu…

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang  tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Allahu a’lam. Barakallah fiikum.

 

@dewopakde

Komunitas Pengusaha Muslim

]]>
https://faktareview.com/energi-itu-menular/feed/ 0
Rindu NU Tempo Doeloe https://faktareview.com/rindu-nu-tempo-doeloe/ https://faktareview.com/rindu-nu-tempo-doeloe/#respond Sun, 16 Jun 2024 16:23:47 +0000 https://faktareview.com/?p=12657 (Naskah lama namun tetap relevan)

“Jangan kotori NU kami dengan intrik-intrik politik, serta arogansi perebutan jabatan di pemerintahan dengan menjual kebesaran nama NU, sungguh nista siapa saja yang telah melakukannya”

Oleh: Luthfi Bashori*

SUATU saat, penulis bertemu seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) di salah satu instansi pemerintah Kodya Malang. Ia bersama beberapa kawan, yang kebetulan ada keperluan sama. Tiba-tiba orang ini spontan mengucapkan salam, mengajak berjabat-tangan, berangkulan layaknya sahabat karib.

Terkaget saya, karena merasa kurang begitu kenal. Belum sempat bertanya, siapa dia, justru lelaki ini spontan memperkenalkan penulis kepada kawan-kawannya.

“Ini namanya Gus Luthfi Bashori. Saya sering membaca tulisan-tulisannya. Saya senang sekali dengan pemikiran Gus Luthfi ini. Karena Gus Luthfi selalu mengajak kita, agar lebih mengenal wajah NU zaman dulu,” katanya.

Selesai? Belum! Katanya, NU zaman dulu itu dipegang para ulama sepuh, pemahaman dan pendapatnya mengikuti ulama salaf Ahlussunnah wal jamaah. “Gus Luthfi ini selalu mengajak kita untuk meneladani perilaku sesepuh NU zaman dulu. Itu yang menjadikan hati ini senang, tenteram dan sangat merindukan kembalinya Ormas NU zaman dulu, asli dan murni…!” tambahnya.

Baik! Penulis dan semua orang yang ada di situ, hanya tersenyum manggut-manggut. Pertanda setuju dengan apa yang ia terangkan. Ini menandakan betapa semakin banyak kalangan nahdliyyin, akar rumput NU yang menyadari, bahwa, apa yang mereka temukan dalam tubuh NU dewasa ini, sudah banyak menyimpang, berubah dari kondisi asli organisasi NU saat didirikan oleh Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asyari bersama para ulama sepuh lainnya. Betapa mereka Rindu NU Tempo Doeloe.

Dulu, NU adalah organisasi yang jauh dari intrik-intrik politik. Bukan organisasi yang kental dengan aroma kepartaian sekuler. Organisasi yang jauh dari upaya mencari kucuran dana-dana syubhat yang, tidak jelas halal-haramnya. Bukan organisasi yang haus kucuran dana Syiah-Iran, atau dana Wahhabi Saudi maupun dana yang berasal dari kalangan liberal Barat.

Dulu, NU adalah organisasi yang lebih banyak mengurusi orang yang mengkaji ayat-ayat Alquran, hadits Nabi Muhammad SAW dan ilmu para ulama salaf yang tertera dalam kitab kuning. Bukan organisasi yang konsentrasi mengurusi ayat-ayat konstitusional.

Dulu, NU adalah organisasi yang lebih mengedepankan wawasan keislaman dalam bingkai ketasawwufan dengan penguatan aqidah Ahlussunnah wal jamaah sebagai pijakan beragama bagi seluruh warganya. Bukan organisasi yang sekedar mengutamakan wawasan kebangsaan dan menomerduakan wawasan keislaman itu sendiri.

Dulu, NU adalah organisasi yang menolak kehadiran aliran sesat. Sebagaimana yang diajarkan oleh Almaghfurlah Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asyari. Bukan organisasi yang melegalkan sikap toleransi terhadap keberadaan aliran sesat, seperti Wahhabisme, Syiahisme dan Liberalisme dengan mengatasnamakan wawasan kebangsaan atau HAM secara berlebihan.

Dulu, NU adalah organisasi yang aktif melawan upaya kristenisasi bangsa Indonesia yang dilakukan penjajah Belanda dan berani menyatakan perang melawan mereka. Bukan organisasi yang ikut aktif menjaga gereja di saat malam Natal, serta gemar berbasa-basi sibuk mencari dalil untuk mengucapkan selamat Natal kepada kaum kafir itu.

Dulu, NU adalah organisasi yang melanjutkan dakwah Walisongo secara bertahap melakukan islamisasi bangsa Indonesia, yang semula mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut Animisme, Dinamisme, Hindu dan Budha, hingga bisa berubah total menjadi umat Islam yang jumlahnya mayoritas. Bahkan sebagai penghuni wilayah Indonesia yang mengamalkan ajaran Alquran, Hadits serta isi kitab Kuning dengan parameter bahasa Arab, sekalipun dalam memahaminya tetap menggunakan terjemahan bahasa daerah. Bukan organisasi yang sengaja berupaya mengindonesiakan ajaran Islam yang asli, dengan cara semisal publikasi jawaisasi lagu pembacaan Alquran (Alquran langgam ngremo Jawa), akhirnya secara bertahap warga NU menjadi alergi terhadap segala sesuatu yang berbau Arab.

Dulu, NU adalah organisasi yang didirikan Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asyari, penulis beberapa kitab agama, semua isinya menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Bukan organisasi yang mengingkari pentingnya arabisasi umat Islam dunia, karena Alquran itu sendiri adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT dengan menggunakan Bahasa Arab.

Bahkan Nabi Muhammad SAW menerangkan, cinta kepada Arab merupakan tanda keimanan dan membencinya merupakan tanda kekufuran. Siapa yang mencintai Arab berarti mencintai Nabi Muhammad SAW, dan barangsiapa yang membenci Arab berarti membenci beliau SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Cintailah Arab karena tiga hal (dalam riwayat lain, Jagalah hak-hakku melalui Arab karena tiga hal): Pertama, karena aku orang Arab. Kedua, Alquran berbahasa Arab dan ketiga, pembicaraan ahli surga dengan bahasa Arab.

Mencintai bangsa Arab dan menjaga kelestariannya adalah termasuk cahaya dalam Islam. Kekuatan bangsa Arab adalah kekuatan Islam, dan kelemahan bangsa Arab, adalah kelemahan Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Pertama -tama orang yang mendapat syafaat dari umatku adalah Ahlulbait-ku, kemudian yang paling dekat dari keluargaku, orang yang paling dekat dari kaum Quraisy kemudian kaum Anshar, kemudian orang yang beriman kepadaku dan mengikutiku dari orang-orang Yaman, kemudian seluruh bangsa Arab, kemudian seluruh bangsa Ajam (non Arab), barangsiapa yang mendapatkan syafaatku pertama kali adalah yang paling afdlal’. (HR. Atthabarani).

Arab bukan berarti identik dengan Saudi Arabia. Arab juga bukan berarti identik gerakan Wahhabisme. Menggeneralisir tuduhan dakwah arabisasi di tengah umat Islam dunia sebagai gerakan Wahhabisme, adalah sebuah keserampangan dan kesemberonoan tingkat tinggi yang, tidak mudah dimaafkan. Karena Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asyari adalah alumni Makkah Almukarramah Al-Arabiah yang justru menjadi garda terdepan dalam melawan gerakan Wahhabisme di Indonesia.

Dulu, NU adalah organisasi yang mencintai Arab karena Alquran diturunkah di wilayah Arab dengan menggunakan bahasa Arab, kepada Nabi Muhammad SAW yang berbangsa dan yang berbudaya Arab.

Dulu, NU adalah organisasi yang tidak melarang setiap warganya untuk melakukan segala aktifitas yang berbau kedaerahan masing-masing, selagi tidak berseberangan dengan ajaran syariat Islam yang datang dari seorang Nabi yang berbangsa Arab. Sehingga tidak pernah terjadi perdebatan antara tradisi tanah air dengan tradisi Arab, bahkan saling melengkapi. Bukan organisasi yang semakin liberal mengikuti kaum orientalis Barat, yang apriori terhadap produk Arab dan segala macam yang terkait dengannya.

Dulu, NU adalah organisasi yang sangat menghormati otoritas para ulama Salaf, dan menghormati para penuntut ilmu agama yang diajarkan oleh para ulama Salaf lewat kitab-kitab kuning, serta menghormati para penyimak ilmu agama yang baik, dan menghormati orang yang mencintai Ahli Ilmu.

Bukan organisasi yang mengajarkan sikap curiga terhadap mereka yang bersusah payah melestarikan penerapan dan pengamalan syariat di tengah kehidupan umat Islam secara riil, dengan memberi stigma negatif sebagai kelompok purifikasi agama, kaum yang kolot, kaum terbelakang, serta istilah-istilah lainnya yang harus ditentang.

Jangan Kotori dengan Intrik Politik

Salah seorang ulama Salaf mengatakan: “Maha suci Allah, Dia telah memberi jalan keluar bagi kaum muslimin. Yakni: Tidak akan keluar dari ke empat golongan manusia yang dipuji tadi, melainkan golongan yang kelima, alias golongan yang binasa, yaitu seorang yang bukan alim, bukan penuntut ilmu, bukan penyimak yang baik dan bukan pula orang yang mencintai Ahli Ilmu, maka ialah orang yang binasa.”

Sebab, barangsiapa membenci Ahli Ilmu, berarti ia pasti mengharapkan kebinasaan mereka. Barangsiapa yang mengharapkan kebinasaan Ahli Ilmu, berarti ia menyukai padamnya cahaya Allah di atas muka bumi. Sehingga kemaksiatan dan kerusakan merajalela. Kalau sudah begitu keadaannya, dikhawatirkan tidak akan ada amal yang terangkat (diterima). Demikianlah yang dikatakan oleh Imam Sufyan Ats-Tsauri.

Dulu, NU adalah organisasi yang membangun mindset warganya agar sangat menghormati para ulama, dengan keyakinan bahwa menghormati ahi ilmu agama itu termasuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Musa Al Asy`ari RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala, yaitu memuliakan orang tua yang muslim, orang yang hafal Alquran (ahli ilmu agama) tanpa berlebih-lebihan, atau berlonggar-longgar (menghamba) di dalamnya dan memuliakan penguasa yang adil.”

Nah! Kembalikan NU kami kepada kondisi yang dulu, di mana dengan susah payah dibangun oleh para pendirinya, dengan peneguhan aqidah Ahlussunnah wal jamaah, yang mengikuti fiqih madzhab Syafii, tanpa menafikan tiga madzhab lainnya. Bertauhid sesuai ajaran Imam Asyari- Maturidi, dan bertasawwuf ala Imam Junaid Albaghdadi, Imam Ghazali dan Habib Abdullah Alhaddad, sebagai tasawwuf yang berstandar syariat, bukan bertasawwuf wali-walian (mengaku jadi wali lantas beranggapan dirinya boleh melanggar syariat, seperti meninggalkan shalat).

Jangan kotori NU kami dengan intrik-intrik politik, serta arogansi perebutan jabatan di pemerintahan dengan menjual kebesaran nama NU, sungguh nista siapa saja yang telah melakukannya. Peribahasa menyatakan: Kullu khairin fittibaai man salaf, wa kullu syarrin fibtidaai man khalaf (mayoritas kebaikan itu saat meneladani ajaran para ulama Salaf, dan mayoritas kerusakan itu saat terbawa arus kesesatan orang-orang sekarang). Waallahu’alam. (*)

*KH Luthfi Bashori adalah Pengasuh Pesantren Ribath Al-Murtadla Al-Islami Singosari, Malang.

“Saya tak ingin membenci NU hanya gara-gara ‘nila setitik, rusuk susu sebelanga’. Kalau Anda yang bertanya, Ustad, NU ini siapa yang bisa kita ikuti? Ikuti tiga. Kiai Haji Luthfi Bashori, Kiai Haji Idrus Romli dan Buya Yahya. NU Garis Lurus. Dalam ritual dia ikut madzhab Syafi’i, dalam fikih tetap Syafi’i, dalam akidah al-Asyari, dalam tasawuf Imam Junaid al–Baghdad. Tidak terkena virus sekuler dan liberal.” / Ustad Abdul Somad (UAS). (Copas)

 

 

]]>
https://faktareview.com/rindu-nu-tempo-doeloe/feed/ 0
Indonesia Sudah Berjuang di Maurice Revello Tournament 2024 https://faktareview.com/indonesia-sudah-berjuang-di-maurice-revello-tournament-2024/ https://faktareview.com/indonesia-sudah-berjuang-di-maurice-revello-tournament-2024/#respond Sun, 16 Jun 2024 16:06:14 +0000 https://faktareview.com/?p=12654 Tim lU-20 Indonesia mengakhiri Maurice Revello Tournament atau turnamen Toulon Cup 2024 dengan hasil kalah 1-2 dari Korea Selatan. Laga tersebut digelar di Stade Rene Gimet, Saint-Chamas, Jumat (14/6) sekaligus laga perebutan tempat kesembilan turnamen tersebut.

Indonesia dan Korea Selatan harus belajar di laga perebutan tempat kesembilan karena sama-sama berada di peringkat lima di fase grup, Indonesia di Grup B dan Korea Selatan di Grup A.

Indonesia sendiri finis kelima di Grup B dengan hasil menelan empat kekalahan dari Ukraina (0-3), Panama (0-4), Jepang (1-4), dan Italia (0-1).

Walau tidak pernah meraih poin, mengikuti turnamen ini merupakan bekal yang positif untuk persiapan mengikuti ASEAN Boys Championship U-19 di Surabaya tanggal 17 hingga 29 Juli 2024 mendatang.

Pada laga ini, gol tunggal Indonesia dicetak oleh Toni Firmansyah pada menit ke-77. Selama mengikuti turnamen ini, Garuda Nusantara mencetak 2 gol dan kebobolan 14 gol.

 

Sumber: PSSI

]]>
https://faktareview.com/indonesia-sudah-berjuang-di-maurice-revello-tournament-2024/feed/ 0
Tim U-20 Indonesia Harus Akui Keunggulan Italia https://faktareview.com/tim-u-20-indonesia-harus-akui-keunggulan-italia/ https://faktareview.com/tim-u-20-indonesia-harus-akui-keunggulan-italia/#respond Sun, 16 Jun 2024 16:01:46 +0000 https://faktareview.com/?p=12650 Tim U-20 Indonesia harus mengakui keunggulan Italia dengan skor 0-1 pada laga terkahir grup B Maurice Revello Tournament 2024 atau turnamen Toulon di Stade Marcel Roustan, Rabu (12/6).

“Itu pertandingan yang bagus, kami bermain seperti yang seharusnya,” buka Indra Sjafri usai laga. “Untuk memenangkan pertandingan seperti ini, kami harus terlebih dahulu meningkatkan kualitas individu para pemain kita,” sambungnya.

Indra menegaskan, dirinya dan tim mendapatkan banyak pengalaman usai melakoni empat laga di grup B.

Walau belum mendapatkan hasil positif, dia yakin para pemain yang dibawanya ini adalah mereka yang sedang mempersiapkan turnamen berikutnya, yakni ASEAN Boys Championship U-19 di Surabaya (Stadion Gelora Bung Tomo dan Stadion Gelora 10 Nopember) tanggal 17-29 Juli 2024.

Ya, Indonesia mengalami empat kali kekalahan. 0-3 saat melawan Ukraina, 0-4 dengan Panama, 1-4 ketika berjumpa Jepang, dan 0-1 di laga penutup melawan Italia.

“Semua pemain yang bermain pada pertandingan ini adalah mereka yang sedang mempersiapkan turnamen berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu menurut pemain tim U-20 Dony Tri Pamungkas, turnamen ini sangat baik untuk menjadikan timnya semakin solid lagi kedepannya.

“Sangat baik bisa bermain melawan tim seperti itu. Saya pikir saat bermain melawan tim yang lebih unggul dari kami, kami bisa menjadi lebih solid,” ucapnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada para pendukung yang datang melihat kami, saya berjanji bahwa kami akan lebih baik lagi di kesempatan berikutnya,” tutup pemain Persija Jakarta ini.

Indonesia bakal memainkan partai terakhirnya di Maurice Revello Tournament dengan melawan juru kunci Grup A, Korea Selatan, dalam perebutan tempat kesembilan di Stade Rene Gimet, Saint-Chamas, pada Jumat (14/6).

]]>
https://faktareview.com/tim-u-20-indonesia-harus-akui-keunggulan-italia/feed/ 0
Puasa Arafah Disyariatkan Tahun ke-2 Hijriyah Padahal Wukuf di Arafah Disyariatkan Baru Tahun ke-10 Saat Haji Wada’, Jadi Puasa Arafah Tidak Terkait Dengan Aktivitas Wukuf di Arafah, Benarkah? https://faktareview.com/puasa-arafah-disyariatkan-tahun-ke-2-hijriyah-padahal-wukuf-di-arafah-disyariatkan-baru-tahun-ke-10-saat-haji-wada-jadi-puasa-arafah-tidak-terkait-dengan-aktivitas-wukuf-di-arafah-benarkah/ https://faktareview.com/puasa-arafah-disyariatkan-tahun-ke-2-hijriyah-padahal-wukuf-di-arafah-disyariatkan-baru-tahun-ke-10-saat-haji-wada-jadi-puasa-arafah-tidak-terkait-dengan-aktivitas-wukuf-di-arafah-benarkah/#respond Sun, 16 Jun 2024 15:53:45 +0000 https://faktareview.com/?p=12647 Puasa Arafah Disyariatkan Tahun ke-2 Hijriyah Padahal  Wukuf di Arafah Disyariatkan Baru Tahun ke-10 Saat Haji Wada’, Jadi Puasa Arafah Tidak Terkait Dengan Aktivitas Wukuf di Arafah, Benarkah?

Pertanyaan :

Ustadz, ada yang mengatakan bahwa puasa Arafah itu tidak terkait wukufnya jamaah haji di Arafah. Jadi definisi puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, baik bertepatan atau tidak bertepatan dengan wukufnya jamaah haji di Arafah. Alasannya, puasa Arafah disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah sedangkan wukuf di Arafah baru disyariatkan tahun ke-9 hijriyah saat Nabi SAW melaksanakan haji wada’. Bagaimana Ustadz, mohon penjelasannya? (Abdurrahman, Yogyakarta).

Ustadz, ada yang bilang bahwa Nabi SAW disebut melakukan puasa Arafah tanpa ada yang wukuf sehingga menjadi dalil puasa Arafah tidak terikat aktivitas (yaitu wukuf) dan tempat (yaitu Padang Arafah). Apakah itu bisa jadi dalil, Ustadz? Afwan Ustadz, saya ‘curious’ dengan argumentasi yang dibangun oleh sebagian pihak ini karena mungkin saya perlu juga insights dari Ustadz Shiddiq terkait dalil-dalil yang dipakai dalam tulisan mereka. (Ahmad Hanafi Rais, Yogyakarta).

Jawab :

Dijawab oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Memang ada ulama yang berpendapat demikian, dan ada dalilnya dari hadits Nabi SAW bahwa beliau telah berpuasa Arafah sejak tahun ke-2 Hijriyah, padahal saat itu wukuf di Padang Arafah belum disyariatkan, karena Wukuf di Arafah baru disyariatkan dan dilaksanakan oleh Nabi SAW pada tahun ke-10 Hijriyah saat Nabi SAW melakukan haji Wada’. Dalilnya antara lain adalah hadits berikut ini :

عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْن »(85) أخرجه أبو داود في «سننه»، كتاب الصوم، باب في صوم العشر (2/815)، رقم (2437)، وصححه الألباني، انظر: «صحيح أبي داود» (7/196)، رقم (2106).

Dari Hunaidah bin Khalid RA, dari isterinya, dari sebagian isteri-isteri Nabi SAW, dia berkata, “Rasulullah SAW (terbiasa) melaksanakan puasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah, hari ‘Asyura, dan puasa tiga hari pada tiap bulan dan hari Senin dan hari Kamis setiap awal bulan.” (HR. Abu Dawud, dalam Sunan Abū Dāwud, Bab Al-Shaum, Juz II, hlm. 815, nomor hadits 2437. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dalam Shahīh Abū Dāwud, (7/196), nomor 2106).

Hadits ini dipahami dengan wajhul istidlāl (cara penarikan kesimpulan hukum dari dalilnya) sebagai berikut :

وَجْهَ الِاسْتِدْلالِ : أَنَّ زَوْجَ النَّبيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ ذَكَرُتْ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ كَانَ يَصومُ تِسْعَ ذِي الحِجَّةِ ، وَهَذَا بِلَا رَيْبٍ كَانَ قَبْلَ حَجَّةِ الوَدَاعِ ، وَلَفْظَ « كَانَ » يَدُلُّ عَلَى الِاسْتِمْرارِ ، وَلَمْ يَبْلُغْنَا عَنْهُ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّى وَقْفَةَ النّاسِ بِعَرَفَةَ. (أبو محمد أحمد بن محمد بن خليل، النور الساطع من أفق الطوالع في تحديد يوم عرفة إذا اختلفت المطالع، ص 9)

“Wajhul Istidlāl : isteri-isteri Nabi SAW menyebutkan bahwa beliau telah terbiasa berpuasa pada tanggal kesembilan hijriyah pada bulan Dzulhijjah, dan tak ada keraguan lagi ini puasanya Nabi SAW ini terjadi sebelum Haji Wada’ (ketika wukuf baru disyariatkan), dan lafazh (كَانَ) (kāna) menunjukkan terus berlangsungnya puasa yang telah dilakukan Nabi SAW (sebelum haji Wada’), dan tidak sampai kepada kita berita dari Nabi SAW bahwa beliau memantau lebih dulu terjadinya wukuf yang dilakukan oleh jamaah haji di Arafah.” (Lihat : Abu Muhammad Ahmad bin Muhammad bin Khalil, Al-Nūr Al-Sāthi’ min Ufuq Al-Thawāli’ fī Tahdīd Yaum ‘Arafah Idzā (i)khtalafat Al-Mathāli’, hlm. 9).

(Lihat https://ketabpedia.com/تحميل/النور-الساطع-من-أفق-الطوالع-في-تحديد-ي-3/)

Dari dalil semacam inilah, sebagian ulama kemudian menyimpulkan definisi puasa hari Arafah yang tidak dikaitkan dengan terjadinya wukuf di Arafah. Hari Arafah akhirnya didefinisikan sebagai berikut :

يَوْمُ عَرَفَةَ هُوَ الْيَوْمَ التاَّسِعُ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ سَواَءٌ واَفَقَ هَذَا الْيَوْمُ وَقْفَةَ الْحاَجِّ بِعَرَفَةَ أَمْ لَمْ يَواَفِقْهُ، وَأَنَّ لِكُلِّ بَلَدٍ رُؤْيَتَهُمْ

“Hari Arafah adalah hari (tanggal) ke-9 bulan Dzulhijjah, baik hari itu bertepatan maupun tidak bertepatan dengan wukufnya jamaah haji di Arafah, dan bahwa setiap-tiap negeri mempunyai rukyatnya masing-masing.” (‘Abdur Rafi’i bin Mahmud Al-‘Umari, Bulūgh Al-Bughyah fī Tahdīd Yaum ‘Arafah ‘Inda (I)khtilāf Al-Ru`yah, hlm. 6). (lihat : https://almoslim.net/node/281621).

Namun pendapat ini bagi kami kurang tepat (ghayru sadīd), dengan 2 (dua) argumentasi sebagai berikut :

Pertama, memang benar, puasa Arafah yang dilakukan Nabi SAW sejak tahun ke-2 H hingga sebelum Haji Wada’ tahun ke-10 H, tidak dikaitkan dengan wukufnya jamaah haji di Arafah. Tetapi fakta ini tidak dapat dijadikan dalil, karena proses tasyrī’ (pembentukan hukumnya) untuk hukum puasa ‘Arafah ini memang belum selesai (final). Proses pembentukan hukum puasa ‘Arafah baru selesai (final) saat Nabi SAW dan para shahabat Nabi SAW berwukuf di Arafah saat Haji Wada’ tahun ke-10 H.

Pada saat itulah, terjadi kaitan atau hubungan (al-irtibāth) antara puasa hari Arafah dengan aktivitas wukuf di Arafah, yang sebelumnya tidak ada. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadits, pada saat wukuf di Arafah yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah tahun ke-10 H itu, di antara para shahabat Nabi SAW terjadi perdebatan apakah Nabi SAW berpuasa hari Arafah saat berwukuf di Arafah itu ataukah beliau berbuka (tidak berpuasa). Melihat perdebatan itu, lalu Ummu Al-Fadhl (ibunda Ibnu ‘Abbas RA) mengirimkan satu wadah berisi air susu kepada Nabi SAW melalui Ibnu ‘Abbas RA. Nabi SAW yang saat itu sedang duduk di atas unta, kemudian meminum air susu itu. Ini dimaksudkan sebagai petunjuk kepada umum bahwa mereka yang sedang menjalankan ibadah haji di Arafah, tidak disunnahkan berpuasa Arafah. (HR Al-Bukhari, no. 1661; Muslim, no.1123).

Dengan demikian, pada saat Haji Wada’ tahun ke-10 H itulah terbentuk ikatan antara puasa hari Arafah dengan wukuf di Padang Arafah, yang sebelumnya ikatan itu tidak ada. Maka dari itu, dan sejak saat itu, puasa Arafah tidak dapat lagi didefinisikan hanya berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, namun haruslah didefinisikan berpuasa pada tanggal ke-9 Dzulhijjah, yang harinya bertepatan dengan hari wukufnya jamaah haji di Padang Arafah.

Jadi kita tidak dapat lagi memutar sejarah ke belakang (setback) dengan berhujjah bahwa Nabi SAW sejak tahun ke-2 H telah berpuasa Arafah tanpa ada wukuf di Arafah. Ini memang benar, tapi tidak dapat dijadikan hujjah (dalil), karena tahapan sejarah pensyariatan (tārikh tasyrī’) untuk puasa hari Arafah belum selesai. Pada saat Haji Wada’ di tahun ke-10 H itulah, baru selesai dan final tahapan sejarah pensyariatan (tārikh tasyrī’) untuk puasa Arafah, yang akhirnya mengkaitkan puasa Arafah tidak hanya dengan aspek waktu (tanggal 9 Dzulhijjah) namun juga dikaitkan dengan aktivitas, yaitu wukufnya jamaah haji di Arafah, yang sebelumnya puasa hari Arafah dilaksanakan tanpa dikaitkan dengan wukuf di Arafah.

Analoginya kurang lebih sama dengan tahapan-tahapan pensyariatan hukum untuk khamr dan riba, yang awalnya tidak diharamkan, tapi pada akhirnya, kedua hal itu diharamkan secara bertahap (gradual/tadarruj). Menurut Syeikh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam kitabnya At-Tibyān fi ‘Ulūmil Qur`ān, pengharaman khamr terjadi dalam 4 (empat) tahapan sebagai berikut;

(1). Tahap kesatu, awalnya khamar dibolehkan, sesuai QS An-Nahl : 67;

(2). Tahap kedua, turun ayat berisi perintah menjauhkan diri dari khamr karena mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya, sesuai QS Al-Baqarah : 219;

(3) Tahap ketiga, turun ayat yang melarang khamr pada satu waktu (pada waktu sholat), namun masih dibolehkan pada waktu lainnya (di luar sholat), sesuai QS An-Nisā` : 43;

(4) tahap keempat, tahap final, yaitu khamr diharamkan secara total, sesuai QS Al-Maidah : 90-91. (Muhammad ‘Ali Ash-Shābūnī, At-Tibyān fī ‘Ulūmil Qur`ān, hlm. 23-25).

Berdasarkan empat tahapan itu, tentu yang berlaku untuk umat Islam sekarang hingga Hari Kiamat nanti, adalah hukum yang terakhir yang sudah final untuk khamr, yaitu hukum haram, berdasarkan QS Al-Mai`dah : 90-91. Kita tidak boleh lagi minum khamr dengan cara setback atau mundur ke belakang dan berhujjah dengan ayat-ayat yang belum mengharamkan khamr secara tegas.

Maka demikian pula, kita tidak dapat lagi memutar sejarah ke belakang (setback) dengan berpuasa Arafah tanpa dikaitkan dengan wukuf di Arafah, dengan dalih bahwa Nabi SAW sejak tahun ke-2 H telah berpuasa Arafah sementara wukuf di Arafah belum disyariatkan. Yang berlaku bagi umat Islam hingga Hari Kiamat tentunya adalah hukum terakhir, yaitu sejak peristiwa Haji Wada’ tahun ke-10 H, yang mengkaitkan hari Arafah dengan wukuf di Arafah. Jadi, definisi syar’i yang lebih shahih untuk “Hari Arafah” (yauma ‘Arafah) adalah :

يَوْمَ عَرَفَةَ هُوَ اْليَوْمُ الَّذِيْ يَقِفُ فِيْهِ الْحَجِيْجُ بِعَرَفَةَ

“Hari ‘Arafah adalah hari yang para jamaah haji berwukuf di Arafah.” (yauma ‘arafah huwa al-yaumu alladzī yaqifu fīhi al hajīj bi-‘arafah).

Definisi inilah yang dianggap kuat (rājih) oleh Al-Lajnah Ad-Dāimah Lil Buhūts Al-‘Ilmiyyah wal Iftā` (Dewan Tetap untuk Pengkajian Ilmiah dan Fatwa Saudi) di bawah pimpinan Syeikh Abdul ‘Azīz bin Bāz. Definisi ini juga yang dipilih oleh Lajnah Al-Iftā Al-Mashriyyah (Dewan Fatwa Mesir), Syeikh Husamuddin ‘Ifanah, guru besar fiqih dari Al-Quds, Yerussalem, Syeikh Abdurrahman As-Sahim, dan lain-lain. (Abu Muhammad Ahmad bin Muhammad bin Khalil, Al-Nūr Al-Sāthi’ min Ufuq Al-Thawāli’ fī Tahdīd Yaum ‘Arafah Idzā (i)khtalafat Al-Mathāli’, hlm. 3).

Kedua, pendapat bahwa puasa Arafah itu yang penting patokan tanggalnya, yakni tanggal 9 Dzulhijjah, baik berbarengan dengan wukuf maupun tidak, telah mengabaikan (untuk tidak mengatakan melawan) nash-nash hadits Nabi SAW yang justru mengkaitkan puasa Arafah dengan aktivitas wukufnya jamaah haji di Arafah. Di antaranya adalah sabda Rasulullah ﷺ :

وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ

“Dan Arafah adalah hari kalian berarafah (berwukuf di Arafah).” (HR. Al-Baihaqi, Sunan Al-Baihaqi, Juz V, hlm.176).

Yang dimaksud dengan kalimat (يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ) dalam hadits tersebut adalah :

أَيْ : يَوْمَ تَقِفُوْنَ بِعَرَفَةَ

“Maksudnya : hari yang kalian berwukuf di Arafah.” (Abu Muhammad Ahmad bin Muhammad bin Khalil, Al-Nūr Al-Sāthi’ min Ufuq Al-Thawāli’ fī Tahdīd Yaum ‘Arafah Idzā (i)khtalafat Al-Mathāli’, hlm.18).

Dalam kitab Bulūgh Al-Bughyah fī Tahdīd Yaum ‘Arafah ‘Inda (I)khtilāf Al-Ru`yah, Syekh ‘Abdur Rafi’i bin Mahmud Al-‘Umari menafsirkan kalimat (يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ) dalam hadits tersebut dengan makna yang sama, ketika beliau berkata :

أَنَّ الْمُراَدَ بِيَوْمِ عَرَفَةَ هُوَ الْيَوْمُ الَّذِيْ يَقِفُ فِيْهِ الناَّسُ بِعَرَفَةَ

“Bahwa yang dimaksud dengan hari Arafah, adalah hari yang orang-orang melakukan wukuf pada hari itu di Arafah.” (‘Abdur Rafi’i bin Mahmud Al-‘Umari, Bulūgh Al-Bughyah fī Tahdīd Yaum ‘Arafah ‘Inda (I)khtilāf Al-Ru`yah, hlm. 8).

Berdasarkan seluruh uraian di atas, tidak dapat diterima (ghayr musallam) pendapat bahwa  puasa Arafah itu adalah puasa yang dilakukan puasa tanggal 9 Dzulhijjah, baik bersamaan dengan hari wukufnya jamaah haji di Arafah, ataukah tidak, karena pendapat ini :

(1)       didasarkan pada fakta sejarah pembentukan hukum puasa Arafah yang belum final, yang memang tidak mengkaitkan puasa Arafah dengan aktivitas wukuf di Arafah, sejak tahun ke-2 H ketika awal disyariatkannya puasa Arafah. Padahal akhirnya, sejak peristiwa Haji Wada’ tahun ke-10 H, puasa Arafah telah dikaitkan dengan aktivitas wukuf di Arafah.

(2)       didasarkan pada pengabaian nash-nash hadits Nabi SAW yang justru mengkaitkan puasa Arafah dengan aktivitas wukufnya jamaah haji di Arafah.

Wallāhu a’lam.

Yogyakarta, Jumat 8 Dzulhijjah 1445 (14 Juni 2024)

 

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

]]>
https://faktareview.com/puasa-arafah-disyariatkan-tahun-ke-2-hijriyah-padahal-wukuf-di-arafah-disyariatkan-baru-tahun-ke-10-saat-haji-wada-jadi-puasa-arafah-tidak-terkait-dengan-aktivitas-wukuf-di-arafah-benarkah/feed/ 0
Geger di ‘Israel’, Jenazah Tentara yang Bunuh Diri Ditolak untuk Dimakamkan secara Militer https://faktareview.com/geger-di-israel-jenazah-tentara-yang-bunuh-diri-ditolak-untuk-dimakamkan-secara-militer/ https://faktareview.com/geger-di-israel-jenazah-tentara-yang-bunuh-diri-ditolak-untuk-dimakamkan-secara-militer/#respond Sun, 16 Jun 2024 15:14:51 +0000 https://faktareview.com/?p=12644 GAZA  – Eliran Mizrahi, seorang tentara cadangan ‘Israel’ di korps teknik, berpartisipasi selama 5 bulan dalam perang di Gaza, dan sering mengunggah konten video untuk para pengikutnya di media sosial yang menunjukkan penghancuran rumah-rumah di Gaza. Dalam semua kontennya, Mizrahi tampak bahagia dan bangga atas pembunuhannya terhadap warga Palestina.

Namun, platform media sosial seringkali mencerminkan gambaran tidak nyata yang jauh dari kenyataan. Pada Ahad (9/6/2024), radio ‘Israel’ melaporkan bahwa seorang tentara melakukan bunuh diri setelah menerima perintah untuk kembali bertugas militer di Jalur Gaza.

Setelah kesaksian ini, berita mulai menyebar di platform media sosial ’Israel’ tentang bunuh diri Eliran Mizrahi, karena ia dipanggil untuk berperang lagi setelah menderita gangguan psikologis pasca perang di Gaza, dan bahwa Kementerian Pertahanan ‘Israel’ akan mengadakan pemakaman militer yang layak untuknya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, pemberitaan pers menyatakan bahwa kemenhan menolak menguburkan Mizrahi secara militer, karena ia tidak resmi bertugas.

Karena negara menolak menguburkan Mizrahi secara militer, saudara perempuannya merilis video dan mengirim pesan kepada Menteri Pertahanan ‘Israel’ Yoav Gallant memintanya untuk turun tangan guna membebaskan jenazah saudara laki-lakinya, yang ditahan di Institut Kedokteran Forensik.

Dia mengatakan dalam pesan videonya, “Jangan simpan dia di sana sampai Hari Raya Buah Sulung (Shavuot), yang jatuh pada Selasa dan Rabu.

Dia menambahkan, “Saya berbicara kepada Anda. Saya sangat menyadari bahwa file tersebut ada di meja Anda. Saudara laki-laki saya ada di Abu Kabir. Dia terbaring di sana dan menunggu keputusan Anda.”

Ketika berita menyebar bahwa pemerintah ‘Israel’ menolak mengakui Mizrahi sebagai tentara dan menguburkannya dengan upacara militer, media sosial meledak dengan berita tersebut, dan kemarahan serta kecaman pun menggema di kalangan netizen ‘Israel’.

Sebuah kampanye dimulai di media sosial yang menuntut agar pemerintah ‘Israel’ menguburkan prajurit cadangan tersebut dengan upacara militer. Anggota Knesset Yulia Malinovsky mengirim pesan di X kepada Menteri Pertahanan Gallant menuntut agar dia menguburkan prajurit cadangan tersebut sebagai seorang tentara di militer pendudukan, “Aparat keamanan harus menyadari bahwa prosedur yang terjadi sebelum 7 Oktober sudah tidak sesuai lagi untuk saat ini, karena kenyataan lebih kuat dari tindakan apa pun.”

Dia menambahkan dalam unggahannya bahwa pihak keamanan diharapkan memahami kenyataan dan mengubah prosedur, atau bersikap fleksibel dalam kasus-kasus luar biasa, seperti dalam kasus Eliran Mizrahi, yang mengakhiri hidupnya sebagai akibat langsung dari syok yang dideritanya saat itu. Keinginan keluarga yang dibenarkan harus dihormati dan Eliran harus dimakamkan secara militer.

Yang lain mengomentari penolakan Kementerian Pertahanan untuk menguburkannya secara militer dengan

mengatakan, “Apa yang harus kita lakukan adalah mengakui dia sebagai anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan mengizinkan dia untuk dimakamkan di pemakaman militer di ketentaraan, mengingat kontribusi serta pengorbanannya untuk negara dengan mengorbankan nyawanya.”

Mengenai penderitaan Mizrahi yang mengalami gangguan psikologis pasca perang di Gaza, salah seorang netizen di X mengomentari kasus tersebut dengan mengatakan, “Sayangnya, kasus mendiang Eliran Mizrahi hanyalah permulaan, dan ‘Israel’ pada 2024 tidak mampu atau siap untuk menangani _tsunami para pejuang yang membutuhkan rehabilitasi mental karena perang di Gaza.

Salah seorang netizen juga mengatakan bahwa Mizrahi mengorbankan dirinya untuk negara, namun negara meninggalkan dia dan keluarganya.

Sebelumnya, surat kabar ‘Israel’ Haaretz mengungkapkan bahwa 10 perwira dan tentara pendudukan telah melakukan bunuh diri sejak 7 Oktober, beberapa di antaranya bunuh diri dalam pertempuran di permukiman sekitar Gaza.

 

Sumber: arrahmah.id

]]>
https://faktareview.com/geger-di-israel-jenazah-tentara-yang-bunuh-diri-ditolak-untuk-dimakamkan-secara-militer/feed/ 0
Syukurnya Penduduk Surga dan Penyesalan Penduduk Neraka https://faktareview.com/syukurnya-penduduk-surga-dan-penyesalan-penduduk-neraka/ https://faktareview.com/syukurnya-penduduk-surga-dan-penyesalan-penduduk-neraka/#respond Thu, 09 May 2024 15:32:23 +0000 https://faktareview.com/?p=12637 Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كلُّ أهلِ النارِ يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الجنةِ ، فيقولُ : لَوْ أنَّ اللهَ هَدَانِي ، فَيكونُ عليهم حَسْرَةً ، و كلُّ أهلِ الجنةِ يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ النارِ ، فيقولُ : لَوْلا أنَّ اللهَ هَدَانِي ، فَيكونُ لهُ شُكْرًا ، ثُمَّ تَلا رسولُ : أنْ تَقُولَ نَفْسٌ يا حَسْرَتَى على ما فَرَّطْتُ في جَنْبِ اللهِ

“Setiap penduduk neraka akan melihat tempat duduknya (yang semestinya ia duduki) di surga. Kemudian ia berkata: Andaikan Allah memberikan saya hidayah (tentu saya akan duduk di surga). Kemudian ia pun menyesal.

Setiap penduduk surga akan melihat tempat duduknya (yang semestinya ia duduki) di neraka. Kemudian ia berkata: Andaikan bukan karena hidayah Allah (tentu saya sudah duduk di neraka). Kemudian ia pun bersyukur.

Kemudian Rasulullah membaca ayat:

أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ

“Duhai, alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah” (QS. Az Zumar: 56)”

(HR. An Nasa’i dalam Al Kubra [11454], Ahmad [10652], dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [2034]

 

Referensi: silsilahsahihah

 

]]>
https://faktareview.com/syukurnya-penduduk-surga-dan-penyesalan-penduduk-neraka/feed/ 0