Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Batas Minimal Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Jumlah minimal rakaat shalat dhuha adalah dua rakaat. Dalilnya hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat padanya tiga perkara, yang salah satunya adalah:

وركعتي الضُّحى

“Dan (hendaklah lakukan) dua rakaat shalat dhuha”. [HSR. Bukhari 1981 dan 721]

Ada lagi sebenarnya hadits shahih lain yang menunjukkan bahwa shalat dhuha dapat dikerjakan cukup dengan dua rakaat. Atas dasar ini empat madzhab sepakat menetapkan bahwa shalat sunnah dhuha sekurang-kurangnya dua rakaat. Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanafi (Hasyiah Ibnu Abidin II:23), Maliki (Mawaahibul Jalil II:372), Syafi’i (Al-Majmu’ IV:36), Hanbali (Al-Mughni II:97).

 

Batas Maksimal Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Dalam hal ini Ulama berbeda pendapat, ada yang menyebutkan 8 rakaat, ada yang menyatakan 12 rakaat. Tetapi pendapat yang paling benar adalah tidak ada batasan maksimal jumlah rakaat shalat dhuha. Artinya, seseorang boleh melakukan shalat dhuha dengan cara dua rakaat salam – dua rakaat salam sampai berapa kali pun selagi masih dalam ambang batas waktu shalat dhuha.

Dalil yang menunjukkan kuatnya pendapat ini adalah diantaranya hadits dari Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعاً ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللهُ

“Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan menambahkannya sesuai dengan kehendak Allah”. [HR. Muslim 719]

Hadits itu menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam biasa pula mengerjakan shalat dhuha lebih dari empat rakaat, yakni tanpa batasan rakaat, sekuatnya dan semampunya.

Pendapat yang menyatakan bahwa shalat dhuha itu tidak ada batasan maksimal rakaatnya selagi masih dalam ambang waktu shalat dhuha adalah pendapat dari Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah (Zaadul Ma’aad I:351-352), Syaikh bin Baaz rahimahullah (Majmu Fatawa XI:402) dan Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah (As-Syarhul Mumti IV:85-86)

https://chat.whatsapp.com/JxMEUmm45hxH6kQF214P1y

Raih pahala jariyah dengan cara membagi tulisan ini ke orang lain

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024

Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024 INDONESIAN LAWYERS DIRECTORY     AKHH LAWYERS                             ADNAN KELANA HARYANTO HERMANTO Stefanus…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung