Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

‘ Rujukan ‘

Jangan  pernah  ragu  untuk  menjadi  diri  sendiri . Karena  sungguh  tak  ada  yang  sama  apa  pun  di  seluruh  penjuru  jagat  raya  ini.

Segala  sesuatu  diciptakan  oleh-Nya  mengikuti  fitrah  sang  Maha  Tunggal . Hanya  satu  dan  satu-satunya.

Ketidak  beranian  menjadi  diri  sendiri  memicu  obsesi  menjadi  orang  lain  yang  bakal  menjadi  sumber  masalah  dan  stress  berkepanjangan.

Padahal  setiap  diri  telah  dikaruniai  fitrah  dan  talenta  oleh  sang  Pencipta  sebagai  bekal  menapaki  jalan  kesuksesannya  masing-masing  dengan  berbekal  ilmu , yang  antara  lain  menjadi  pembeda  dalam  Kesalehan  dan  Kesalahan.

Jika  punya  banyak  referensi , kita  akan  tahu  mana  yang  menurut  kita  paling  benar , dan  mana  yang  salah . Ukuran  benar  itu  berdasarkan  kaidah  keilmuan  dan  referensi . Bukan  dugaan . Apalagi  berdasarkan  kebencian.

Jika  menggunakan  banyak  literatur ,  kita  pun  menahan  diri  untuk  tidak  mudah  menyalahkan  orang  lain , apalagi  semata  untuk  membuat  kita  agar  terlihat  lebih  saleh . Kebenaran  itu  tidak  mesti  tunggal .  Kebenaran  seringkali  berlapis  dan  bertingkat.

Tapi  mungkin  kita  pernah  punya  kawan  yang  sering  merasa  paling  benar ?  Padahal  diantara  kita  mungkin  ada  teman  lain  yang  jauh  lebih  kompeten , tapi  memilih  tidak  berdebat  dengan  orang-orang  yang  merasa  paling  pintar  itu.

Sebagai  contoh ,  perdebatan  dalam  kajian  Ushul  al-Fiqh  [ metodologi  hukum  islam ]  sangatlah  kompleks  dan  dinamis .  Masing-masing  mazhab  memiliki  metodologi  yang  berbeda  yang  akhirnya  berujung  pada  perbedaan  hasil  ijtihad  mereka.

Belakangan  ini  banyak  orang  yang  begitu  mudahnya  mengeluarkan  fatwa  :  ini  haram  atau  itu  bid’ah . Parahnya  lagi  fatwa  itu  mereka  keluarkan  hanya  untuk  menyerang  pihak  lain.

Mereka  yang  berani  berfatwa  tanpa  menguasai  ilmu  Ushul  al-Fiqh  ada  baiknya  merenung  apa  sudah  siap  terkena  ancaman  Rasulullah  SAW  :  “Orang  yang  paling  berani  di  antara  kalian  dalam  berfatwa  adalah  orang  yang  paling  berani  masuk  neraka”   [ HR. Ad-Darimi ] .

Unsur  kebencian , dan  melihat  yang  lain  selalu  salah  serta  diri  kita  selalu  benar  seolah  telah  menjadi  karakter  pihak  tertentu . Kemudian  unsur  politik  dan  perasaan  beragama  paling  benar  menjadikan  semangat  menyalahkan  semakin  menjadi-jadi  .

Bicara  dengan  orang  “yang  tidak  tahu  kalau  dirinya  tidak  tahu”  seperti  ini  sulit . Mereka  cenderung  menunjukkan  kesalehan  pribadi / kelompoknya  dengan  cara  menuding  kesalahan  orangg  lain  .

Tidak  lebih  mereka  ini  adalah  provokator . Cara  terbaik  mengalah  meski  bukan  berarti  kalah  .

Allah  berfirman  dalam  :  Qs  Al-Furqan  ayat  63  .

Hamba-hamba  Tuhan  yang  Maha  Penyayang  itu  [ ialah ]  orang-orang  yang  berjalan  di  atas  bumi  dengan  rendah  hati  dan  apabila  orang-orang  jahil  menyapa  mereka , mereka  mengucapkan  “salam”.

Artinya , kita  cukup  berlalu  dan  mengucapkan  salam  kepada  orang  jahil , tanpa  harus  meladeni  perdebatan.

Saat  ini  di  medsos  banyak  akun  nge-troll  yang  sengaja  memang  memancing  emosi  dengan  mencaci-maki  dan  sibuk  menyerang  pribadi . Mereka  tak  punya  argumen . Mereka  niatnya  memang  bukan  diskusi , tapi  memancing  kericuhan .

Tidak  perlu  kita  meladeni  pancingan  mereka . Beragama  itu  jalan  menuju  cahaya  Allah . Bukan  merasa  paling  benar , dengan  menyalahkan  kemudian  ingin  dicitrakan  paling  saleh  dengan  mencari-cari  kesalahan  orang  lain.

Jangan-jangan  mereka  beragama  bukan  mengabdi  pada  Allah  tapi  pada  nafsu  pribadi  yang  tak  terbendung . Semoga  kita  terhindar  dari  sikap  semacam  itu  sangat  merugi.

Wa  Allahu  a’lam.

Sajak Islam/ Moch Anshary

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Keajaiban Topan  Al-Aqsa

Keajaiban Topan  Al-Aqsa Disadur oleh : Ust. Fathuddin Ja’far   Untuk pertama kalinya, pasukan Zionis…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung