Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Tantangan dan Strategi Menuju ‘Indonesia Emas’

Tantangan dan Strategi Menuju ‘Indonesia Emas’

Oleh: Mubasyier Fatah

Koordinator Bidang Ekonomi Kreatif PP ISNU (Pengurus Pusat Ikatan Sarjana NU)

 

“INDONESIA  Emas” adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan potensi luar biasa dan masa depan gemilang Indonesia.

Secara harafiah, “emas” mencerminkan kekayaan, kecemerlangan, dan nilai yang tinggi.

Ketika disematkan pada Indonesia, istilah ini merujuk pada keyakinan bahwa negara ini memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi luar biasa dan menjadi salah satu kekuatan utama di dunia.

Indonesia, dengan keberagaman budaya, alam yang memukau, dan sumber daya manusia yang besar, dianggap sebagai negara yang kaya akan potensi.

“Indonesia Emas” dapat diartikan sebagai upaya untuk menggali dan mengoptimalkan sumber daya tersebut, baik dalam bidang ekonomi, budaya, sosial, maupun politik, untuk mencapai kemakmuran dan keunggulan.

Dalam konteks ekonomi, Indonesia Emas bisa menggambarkan ambisi untuk menjadi pemimpin dalam industri tertentu, meningkatkan daya saing global, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam aspek budaya, ini mungkin merujuk pada upaya untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan warisan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Secara sosial dan politik, Indonesia Emas bisa mencerminkan usaha untuk mencapai stabilitas politik, pemerintahan yang efisien, dan masyarakat yang adil dan inklusif.

 

Tantangan besar

Namun, untuk mencapai status “Indonesia Emas”, tantangan besar dan kerja keras diperlukan.

Termasuk di antaranya adalah peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan sistem kesehatan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa perkembangan tersebut bersifat inklusif dan memberdayakan semua lapisan masyarakat.

Dalam keseluruhan, visi “Indonesia Emas” adalah sebuah tantangan dan panggilan untuk masyarakat Indonesia, pemerintah, dan sektor swasta untuk bersatu dan berkolaborasi dalam mencapai potensi penuh negara ini.

Dengan komitmen bersama untuk pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, Indonesia dapat menjadi “emas” bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam keberlanjutan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakatnya.

Menuju Indonesia Emas” menunjukkan aspirasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang makmur dan berjaya.

 

Strategi pencapaian

Tentu saja, mencapai Indonesia Emas bukanlah pekerjaan  yang mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Sebagai bangsa kita harus merumuskan strategi atau cara untuk mencapai status ‘Indonesia Emas’.

Saat meluncurkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo, setidaknya menyebutkan bahwa ada tiga hal utama yang menjadi acuan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Pertama, stabilitas bangsa dan negara. Stabilitas bangsa ini harus dijaga, sebab tidak ada satu negara pun di dunia yang berhasil mencapai kesejahteraan jika kondisi sosial, politik dan keamanannya tidak stabil.

Menghadapi tantangan global, termasuk pandemi, perubahan iklim, dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia perlu memiliki ketahanan dan stabilitas nasional yang kuat. Ini melibatkan pengembangan sektor pertanian, keamanan pangan, kesehatan, dan sistem keuangan yang stabil.

Kedua, keberlanjutan dan kesinambungan kepemimpinan negara. Kepemimpinan suatu bangsa ibarat perlombaan estafet yang harus dilakukan secara terus menerus, tidak dimulai dari nol setiap kali terjadi pergantian pemimpin.

Keberlanjutan kepemimpinan penting untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan agar dapat dinikmati oleh generasi saat ini dan mendatang.

Pengembangan ekonomi harus sejalan dengan konservasi alam untuk mencegah kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki.

Ketiga, Pentingnya program hilirisasi industri. Jika hilirisasi berhasil, industrialisasi di Indonesia dapat melakukan lompatan jauh ke depan, bersaing dengan negara-negara industri maju. Peluang itu ada karena dengan  membangun, misalnya hilirisasi mineral atau ekosistem baterai EV kita tidak saja mengekspor bahan mentah nikel, tetapi mengekspor produk bentuk katoda, prekursor, atau baterai litium.

Keempat, adalah  melakukan pembangunan yang Indonesia sentris, tidak lagi Jawa sentris. Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan dimaksudkan untuk memacu Pembangunan yang Indonesia sentris itu sehingga mendorong pertumbuhan perekonomian  secara merata di seluruh Indonesia, terutama di bagian timur Indonesia.

Pemerataan pembangunan itu adalah suatu hal yang sangat mendesak karan saat ini 56 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa dan 58 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih terpusat  di Pulau Jawa.

Beban Pulau Jawa harus dikurangi, pemerataan harus lebih di arahkan ke daerah luar Pulau Jawa.

Tentu saja proses ini terjadi dalam  dalam satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun ke depan, tapi kita harus melihatnya dalam jangka panjang, jauh ke depan, pada tahun 2045 dan sesudahnya.

Kelima, adalah pengembangan di bidang  sumber daya manusia (SDM). SDM adalah kekuatan besar kita, jangan hanya unggul dalam jumlah tapi juga kualitas, baik fisik, skill, dan karakter, termasuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terkait ini, kita perlu fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Investasi dalam pendidikan yang memadai akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, dan inovatif.

Kita perlu membangun pendidikan yang berkualitas  bukan hanya untuk meraih pertumbuhan bisnis yang mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Program-program pembangunan yang inklusif, melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, dan memastikan adanya kesetaraan peluang dapat membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan bersama.

 

Pengembangan Infrastruktur

Infrastruktur yang baik adalah landasan untuk pertumbuhan bisnis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan membangun dan memperbaiki infrastruktur, seperti jalan raya, bandara, dan pelabuhan, Indonesia dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan industri, dan meningkatkan daya saing global.

Kita juga perlu membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mendorong inovasi dan penerapan teknologi modern yang mempercepat Indonesia bertransformasi menjadi negara yang maju.

Investasi dalam riset dan pengembangan serta dukungan untuk industri kreatif dan startup dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Untuk mencapai Indonesia Emas, reformasi birokrasi menjadi salah satu kuncinya. Proses birokratisasi yang efisien, transparan, dan akuntabel dapat mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan merata.

Selain itu, sebagai bagian dari masyarakat globa,  Indonesia perlu memainkan peran aktif dalam diplomasi global. Keterlibatan dalam isu-isu regional dan internasional dapat membawa manfaat jangka panjang bagi negara ini.

 

Keadilan sosial dan semangat berkolaborasi

Wujud dari visi Indonesia Emas adalah  kemakmuran yang diiringi oleh keadilan sosial.

Untuk mencapai visi tersebut Pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan ekonomi memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, dan memastikan akses yang adil terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.

Keadilan sosial dapat menjadi kondisi yang menyatukan semua elemen bangsa untuk membangun komitmen bersama dan memberikan kontribusi terbaik dalam upaya pembangunan di berbagai bidang  kehidupan menuju masa depan yang gemilang.

Penting untuk diingat bahwa mencapai Indonesia Emas adalah tugas bersama seluruh rakyat Indonesia. Dukungan, komitmen, dedikasi, semangat berkolaborasi atau bekerjasama dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat akan sangat diperlukan dan menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan visi “Indonesia Emas.”***

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024

Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024 INDONESIAN LAWYERS DIRECTORY     AKHH LAWYERS                             ADNAN KELANA HARYANTO HERMANTO Stefanus…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung