Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Uighur Turkistan Negeri Yang Hilang

Pelajaran berharga dari Turkistan. (Jangan sampai terjadi di  Indonesia Tercinta)

Aku berdiri di depan asrama berharap ada yang berbaik hati memberikan tumpangan gratis ke kampus. Alhamdulillah Allah kabulkan. Sebuah mobil yang aku tak ingat apa mereknya, yang ku tahu mobil itu masih baru dan berbentuk mirip seperti Honda CRV, berhenti di hadapanku.

“Mau kemana? Ayo ikut.” Ajaknya ramah, dengan Bahasa Arab.

“Mau ke Jamiah?.” Tanya ku balik.

“Iya, ayo! Naik cepat.”

Aku langsung naik. Aku duduk disisi kanannya. Dia mulai menginjak pedal, lalu mobil pun melaju.

“Apa kabar akhi? Sehat?” Tanya pria berwajah Turki itu.

“Alhamdulillah sehat. Anta apa kabar?”

“Sehat alhamdulillah, ohya dari Indonesia atau Malaysia?”.

“Dari Indonesia. Anta dari mana?”

“Ana dari Turkistan, tau Turkistan? Turkistan itu letaknya dibawah China.” Jelasnya.

“Ooh iya. Masih Asia berarti ya. Gimana kehidupan di Turkistan?” Tanyaku.

“Akhi, kehidupan kami jadi begitu porak-poranda semenjak China masuk ke negara kami. Sekarang saja passport ana tertulis China.”

“Apa?? Kok bisa? Bukannya Turkistan negara sendiri?? Kok bisa pasportnya China?” Tanyaku heran.

Dia menarik nafas panjang seakan ada beban berat yang dia pikul.

“Ana sudah 9 tahun tidak pulang ke Turkistan.” Keluhnya.

“Loh?? Kok bisa??”

“Begini akhi, sekitar 60 tahun yang lalu, mereka orang-orang China datang baik-baik ke negara kami, bekerja, melancong, dll. Dengan berjalannya waktu, pemerintahan kami lalai dan menganggap keberadaan mereka biasa saja. Padahal pergerakan mereka massif, diam tapi pasti, targetnya panjang. Lalu jumlah mereka semakin banyak, banyak yang sudah mengambil warga negara Turkistan. Pemerintahan kami tetap tidak sadar. Dan akhirnya mereka (China) melakukan kudeta. Presiden kami mereka bunuh. Pemerintahan jatuh ke tangan mereka. Pada saat kudeta itu, ratusan ribu pribumi pindah ke bermacam negara lain. Karena kekejaman kekuasaan China. Dulu MEREKA HANYALAH TUKANG SAPU, SEKARANG KAMI YANG MEREKA SAPU.” Jelasnya panjang.

“Lalu bagaimana kehidupan disana?” Tanyaku balik.

“Disana semuanya serba ketat akhi. Kenapa ana sudah 9 tahun tidak balik ke Turkistan?! Karena mereka melarang siapapun pergi belajar ke negara Islam. Ketika pembuatan pasport mereka mensyaratkan tidak boleh pergi ke Negara Islam, seperti Saudi dan Turki. Akhirnya ana bilang bahwa ana mau kuliah ke Jepang, dari Jepang ana ke Saudi. Mereka berikan izin. Nah, jika kembali ke Turkistan, lalu mereka lihat di passport tertulis negara Islam. Ana akan dipenjara kurang lebih 10 tahun. Dan di Turkistan sekarang ini, setiap hari orang-orang China berdatangan ke Turkistan, ribuan orang. Mereka diberikan tempat tinggal, diberi pekerjaan dan fasilitas. Sedangkan orang orang pribumi, dikekang bahkan diusir.” Terangnya dengan raut muka yang begitu sedih.

Mobil kami masih melaju di jalan raya, dengan kecepatan 90-100 km/jam. Sudah setengah jarak yang kami lewati untuk sampai ke kampus.

“Jadi gimana kehidupan muslim disana?” Tanyaku penasaran.

*”Sholat dilarang, adzan dilarang. Jilbab kalau warna hitam akan dirobek ditempat. Jenggot dilarang. Setiap beberapa meter ada pemeriksaan. Handphone diperiksa, jika ada tulisan Allah atau ayat Quran maka bisa ditangkap dan dipenjara. Tidak boleh mengucapkan kata jihad. Kalau bertamu harus melapor dulu. Kalau tidak melapor tuan rumah bisa dipenjara 10 tahun. Beli pisau agak besar dilarang.” Sesalnya.

Sepertinya banyak hal yang susah dia ungkapkan. “Selama 9 tahun kalau liburan ana pergi ke Turki, istri orang Turki.” Lanjutnya.

Aku bisa bayangkan bagaiman kehidupan mereka. Berat, terkekang, terjajah.

“Ya Allah..! Jaga negaraku tercinta. Jaga Indonesia. Dan biladal muslimin.” Doaku dalam hati.

“Sekarang di Indonesia, mereka (China), semakin banyak saat ini. Masuk di perekonomian. Bahkan sudah masuk pemerintahan.” Curhatku, aku mulai khawatir dengan keadaan negaraku saat ini. Mobil kami sudah hampir tiba di kampus.

“Wah.. akhi..! Jangan sampai kalian tertidur atau lalai sedikitpun. Jangan sampai pemerintah kalian menganggap enteng hal ini. Keberadaan mereka merusak sekali. Mereka tak punya perikemanusiaan..!!” Tegasnya.

Mobil kami tiba di kampus. Dan akhirnya aku mengucapkan terima kasih atas tumpangannya.

 

Na’udzubillah….

Tsumma na’udzubillah…

 

Kalau tidak percaya coba kalian googling negara Turkistan, akan ada banyak informasi di

sana.

 

Waspadalah..!!

Semoga info ini bermanfaat.

————————–

 

Sumber: Islampos.com

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024

Indonesian Lawyers Directory 11 Juli 2024 INDONESIAN LAWYERS DIRECTORY     AKHH LAWYERS                             ADNAN KELANA HARYANTO HERMANTO Stefanus…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung