Setiap Cobaan Datang Sebuah Proses Pendewasaan Diri |

Warisan, Objek dan Subjek Pajak

Diasuh oleh :  DR [C] Joyada Siallagan,SE.,S.Sos.,SH.,MH.,CTA.,CITA.

Pertanyaan :

Kepada Yth, Pak Joyada yang terhomat,

Saya Nano, 50 tahun. Saat ini saya masih bujang, pekerjaan saya sebagai Dosen di beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta. Baru-baru ini saya mendapat surat pemanggilan dari kantor pajak dan menanyakan perihal pembayaran pajak atas sebuah yayasan pendidikan A.  Masalahnya, sebelum ini saya  tak pernah tahu bahwa yayasan tersebut di wariskan kepada saya oleh almarhum ayah saya.  Pertayaan saya, bagaimana saya menjawab hal ini? Yang kedua, atas aset berupa warisan seperti itu, bagaimana kewajiban pajak yang harus saya bayarkan, mengingat saya sebelumnya selalu taat membayar pajak. Apakah ketidaktahuan saya ini bisa berakibat denda pajak kepada saya? Bagaimana UU Pajak mengatur mengenai pembayaran pajak yayasan? Mohon penjelasan Bapak, dan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak atas jawabannya. Salam…..

Jawaban :

Warisan adalah objek sekaligus subjek pajak. Warisan dikatakan sebagai subjek pajak apabila belum dibagikan, tetapi setelah warisan dibagikan akan menjadi objek pajak bagi penerima warisan tersebut. Warisan bukan merupakan objek pajak apabila warisan tersebut diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan pihak pewaris telah meninggal.

Tidak ada kewajiban pajak yang harus bapak bayarkan atas warisan tersebut. Kewajiban pajaknya adalah mencatumkan dan melaporkan aset warisan tersebut di SPT Pribadi bapak, meskipun bukan terutang pajak.

Pada saat Tax Amnesty bergulir, banyak sekali yang menanyakan ke Team IKHAPI mengenai warisan, bahkan ada yang merasa ketakutkan ketika menerima warisan sebab penerima warisan kuatir akan adanya pemeriksaan pajak terkait warisan tersebut, namun setelah menerima penjelasan yang mencerahkan mereka dengan nyaman mencantumkan warisan-warisan tersebut di dalam  SPTnya masing-masing.

Yayasan juga merupakan subjek pajak dan semua pendapatan [kecuali sumbangan atau bantuan] yang di terima yayasan merupakan objek pajak akan dikenakan pajak berdasarkan peraturan yang berlaku umum. Dalam UU PPh no.36 tahun 2008 pasal 4 ayat [3] huruf m dijelaskan mengenai sisa lebih yang dikecualikan dari objek pajak penghasilan yang berbunyi ‘’Sisa lebih yang diterima atau diperoleh oleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan, yang telah terdaftar pada instansi yang membidanginya, yang ditanamkan kembalikan dalam bentuk sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan dalam jangka waktu 4 tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan PMK’’.

Berdasarkan pasal 5 PP 44/PJ/2009 menyatakan bahwa perlaporan pajak dalam penggunaan sisa lebih untuk pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitaan dan pengembangan adalah:

Membuat surat pernyataan mengenai sisa lebih, baik yang akan digunakan atau tidak untuk pembangunan gedung dan prasarana pendidikan dan/satu penelitian dan pengembangan paling lama 4 tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut dengan memasukkannya kedalam lampiran SPT Tahunan Pajak Penghasialan untuk tahun pajak diperolehnya sisa lebih tersebut.

Pencatatan tersendiri atas sisa lebih yang diterima dan yang digunakan setiap tahun.

Laporan mengenai penyediaan dan pengunaan sisa lebih dan menyampaikannya kepada kepala kantor pelayanan pajak tempat dimana wajib paja terdaftar dalam lampiran SPT Tahunan Pajak Penghasilan.

Dalam PP 44/PJ 2009 Pasal 6 juga disebutkan apabila setelah lewat jangka waktu yang telah ditentukan akan tetapi sisa dana tersebut tidak digunakan untuk pembangunan dan/atau penelitian dan pengembangan maka sisa lebih tersebut diakui sebagai penghasilan dan dikenakan Pajak Penghasilan pada tahun pajak berikutnya. Dan apabila badan atau lembaga nirlaba tersebut menggunakan sisa lebih untuk pembangunaan dan pengadaan sarana dan prasana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan namun tidak meyampaikan pemberitauan rencana fisik sederhana dan rencana biaya dan tidak membuat pernyataan, pencatatan dan pelaporan maka sisa lebih tersebut diakui sebagai penghasilan dan dikenai pajak penghasilan sejak tahun pajak diperoleh sisa lebih tersebut.

Kewajiban pajak yang dibayarkan hanyalah atas kegiatan yayasan tersebut yaitu PPh 21, PPh 23, PPh 4 ayat [2], PPh 26, PPh 25 dan PPN kegiatan membangun sendiri apabila yayasan melakukan pembangunan gedung dan prasarana pendidikan. Terima kasih.

Share Article:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Notice: Undefined property: stdClass::$data in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 4894

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fakt6635/public_html/wp-content/plugins/royal-elementor-addons/modules/instagram-feed/widgets/wpr-instagram-feed.php on line 5567

Berita Terbaru

  • All Post
  • Autotekno
  • Beauty
  • Berita
  • Dunia
  • Ekonomi & Bisnis
  • Foto
  • Gaya Hidup
  • ILD
  • Konsultasi
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Photography
  • Redaksi
  • Sosok
  • Travel
  • Uncatagories
  • Warna
    •   Back
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Pendidikan
    • Wawancara
    •   Back
    • Peluang Usaha
    • Entrepreneur
    •   Back
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Travelling & Kuliner
    •   Back
    • Motivasi
    • Inspirasi
    • Training & Seminar
    • Info Warga
    • Komunitas
Keajaiban Topan  Al-Aqsa

Keajaiban Topan  Al-Aqsa Disadur oleh : Ust. Fathuddin Ja’far   Untuk pertama kalinya, pasukan Zionis…

FAKTAREVIEW

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Join the family!

Sign up for a Newsletter.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.
Edit Template

faktareview

Mengulas Fakta Dibalik Berita

Semoga konten-konten faktareview.com yag hadirkan bisa dinikmati, bisa memenuhi kebutuhan informasi serta bisa ikut membangun kesadaran masyarakat  menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Terimakasih Telah Berkunjung